Cibitung, Senin Pukul 07.30 WIB kemarin (10/1) macet total hingga mencapai 15 kilometer. Kemacetan tersebut merambat hingga 3 kilometer dari pintu tol Cibitung. Para pengguna jalan tol yang ingin keluar melalui pintu tol Cibitung terpaksa harus rela antri karena arus lalu lintas dialihkan ke arah Cikarang melewati pinggir Kalimalang. Beberapa perusahaan yang berada di lokasi kemacetan terpaksa harus menanggung kerugian karena banyak karyawannya yang datang terlambat. Kejadian tersebut di sebabkan adanya pertikaian antara dua kelompok yang telah lama saling bermusuhan. Sejumlah personil Polisi dari Kepolisian Sektor Tambun dan Bekasi dikerahkan untuk mengatasi penyebab kemacetan tersebut. Di jalan-jalan tampak delapan unit mobil Pasukan Anti Huru Hara (PHH) tampak berjaga-jaga dari kemungkinan meluasnya tawuran massal tersebut.
Para pedagang yang berada di
lokasi kejadian dimintai keterangan sebagai saksi mengenai penyebab
terjadinya kekacauan yang merusakan delapan kios dan puluhan lapak
sayuran di lokasi tersebut.
Seorang pedagang sayur Rohim
(45) memberikan keterangan kepada pihak kepolisian mengenai penyebab
terjadinya tawuran tersebut. Menurutnya tawuran antar dua kelompok ini
dipicu oleh kesalah pahaman. Awalnya kelompok Jagung mengolok-olok
kesemek. Mereka meledek kesemek yang katanya genit dan pake bedaknya
belepotan. Kesemek yang merasa terhina, tidak terima dan membalas ejekan
jagung dengan mengatakan kepada pengunjung pasar bahwa jagung tidak
tahu malu. Katanya lagi, lihat saja jagung bulu-bulunya sampai kelihatan
dari luar. Setelah ledekan tersebut jagung naik pitam dan mencoba
mengajak rekannya terong untuk menghajar kesemek, tetapi coba dilerai
oleh Jambu Monyet yang kebetulan ada di lokasi kejadian. Alih-alih
melerai, sebaliknya Jambu Monyet malah ikut dalam tawuran. Ketika
dimintai keterangan oleh pihak kepolisian rupanya Jambu Monyet ikut
tersinggung oleh komentar Semangka dari kelompok Jagung yang mengatakan
kalau dirinya tidak normal karena bijinya cuma satu. Jambu Monyet tak
mau kalah dan mengatakan kepada semangka kalau sebaliknya, Semangkalah
yang tidak normal karena biji'nya banyak. Ledek-meledek terus berlanjut
hingga melibatkan pihak lain yang telah lama menyimpan dendam, seperti
Bawang Merah yang ikut berkelahi dengan Bawang Putih. Sawi dan Kangkung
juga ikut masing-masing di kelompok yang berbeda.
Tawuran tersebut terus meluas
hingga melibatkan beberapa buah yang biasanya sopan santun tetapi karena
solidaritas ikut dalam tawuran. Ikut diamankan diantaranya Mangga,
Pepaya, Toge (yang tidak diakui oleh kelompok kacang hijau karena
membelot kepada kelompok sayuran), Dukuh dan Menteng juga terlibat dalam
insiden tersebut.
Aksi tawuran massal yang
melibatkan kedua kelompok tersebut berhasil diredam aparat kepolisian
pada sore harinya. Berdasarkan hasil pemantauan dan penjelasan saksi,
para pedagang di lokasi kejadian, pihak kepolisian dinilai terlalu
lamban mengatasi tawuran tersebut. Kesan yang mereka lihat di lapangan
adalah seolah-olah personil polisi membiarkan kejadian tersebut
berlangsung. Kapolres Bekasi yang dimintai keterangan menjelaskan bahwa
pihaknya memang sengaja membiarkan kejadian tersebut berlangsung dari
pagi hingga sore. Menurutnya lagi, bahwa personilnya hanya melokalisir
tempat tawuran dan mengamankan beberapa asset negara agar tidak dirusak.
Kapolres juga menambahkan bahwa menurutnya jika kondisi pagi hari,
tawuran tersebut akan sulit dicegah karena masing-masing kelompok masih
segar dan fresh. Sehingga ketika matahari siang yang panas telah membuat
mereka lemas dan layu, barulah sore hari para personil polisi itupun
bertindak.
Strategi tersebut terpaksa
dilakukan karena melihat kondisi pasar induk yang padat menjelang bulan
puasa ini. Hingga malam hari pihak kepolisian berhasil mengamankan 2
karung jagung, 3 bongsang kesemek, 1 mobil truk penuh terong, 4 karung
jambu monyet, 2 truk semangka, 20 karung bawang merah, 17 karung bawang
putih, 10 kwintal mangga, 1 mobil colt duku dan menteng, 1 truk sawi
putih, sawi hijau, kangkung, dan selada. Turut dimintai keterangan Rohim
(45) pedagang sayur, Abdul Majid (34) pedagang jagung, Mastur (20) kuli
angkut, Minan (31) tukang ojek, 2 pikul Pepaya yang kebetulan lewat
beserta pedagangnya. Sementara di antara kios yang dirusak diantaranya
adalah kios Bubur Kacang Ijo yang dirusak oleh kelompok Toge. Beberapa
Kios Buah dan Kios Kartu Isi Ulang. Sementara puluhan lapak yang rusak
akibat tawuran telah dirapikan kembali oleh para pedagang.
Biang keladi dari kejadian ini
yaitu kelompok jagung rencana akan dibawa ke Polres Bekasi untuk ditahan
sementara. Sampai dengan laporan ini dibaca oleh Saudara (11/1) lokasi
di Pasar Induk Tambun masih mencekam. Pihak kepolisian memasang police
line di sepanjang lokasi kejadian. Beberapa truk PHH masih tampak
berjaga-jaga. (Pablo)
=====copas dari ketawa.com====


No comments:
Post a Comment